Modal Usaha Akhirnya Kembali

sabuk bertuahSejak awal saya memang tidak begitu berminat menjadi pegawai. Walaupun lingkungan saya beranggapan kalau pegawai atau bahasa kerennya eksekutif adalah pekerjaan impian. Itulah mengapa ketika lulus SMA saya tidak memilih kuliah. Lantas berjualan dengan mendorong gerobak. Walaupun banyak yang mencibir tapi paling tidak, saya menjadi bos atas usaha yang saya jalankan. Bukan menjadi pegawai alias pesuruh.

Menurut saya sendiri dengan berwirausaha saya bisa menentukan nasib saya sendiri. Saya bisa menjadi apa yang saya inginkan. Saya bebas menentukan aturan. Saya bisa menentukan kapan harus santai, kapan harus ekstra kerja keras. Bagi saya, berwirausaha itu tidak harus terikat jam kerja. Saya pun bisa melihat kesuksesan lebih dekat dibandingkan dengan menjadi karyawan.

Meski begitu terjun ke dunia usaha memang membutuhkan perjuangan yang lebih keras. Tak jarang penghasilan pun sering naik turun. Namun akhir-akhir ini yang saya rasakan sering rugi dari dapat dapat untung. Bahkan modal produksi pun tak kembali. Oleh karena itulah saya merasa perlu menggunakan pegangan spiritual.

Atas bimbingan paman, saya memilih sabuk bertuah dari Gus Salam. Sebab sebelumnya paman telah membuktikan sendiri. Usahanya jauh lebih berkembang insya Allah atas barokah sabuk bertuah dari Gus Salam. Dan apa yang paman katakan memang apa adanya. Modal usaha yang saya gunakan sebagai biaya produksi pun kembali. Bahkan tak hanya modal tetapi keuntungan pula yang saya dapatkan.

 

Anwar Saleh, 28 tahun, Jakarta

148 total views, 1 views today