Menjadi Peternak Sukses Sarana Sabuk Bertuah

sabuk bertuahSaya dulu tidak pernah mengira akan terjun ke dunia peternakan. Padahal sama sekali tidak terbesit dalam keinginan saya saat sekolah bercita-cita menjadi peternak ayam. Sewaktu SMK saja jurusan yang sama adalah otomotif. Bahkan orang-orang yang ada di lingkungan sekitar saya, usahanya tidak jauh dari otomotif. Ayah saya seorang montir. Kakak pertama saya membuka bengkel. Kakak kedua saya membuka toko onderdil dan spare part. Hanya saya yang melenceng dari jalur pekerjaan yang berbau mesin dan mekanik.

Mulanya saya tertarik pada bisnis ternak karena sahabat saya yang membuat saya terlibat banyak dalam dunia unggas. Sahabat saya ini seorang mahasiswa peternakan dari universitas ternama di Bogor. setiap kali ia melakukan penelitian pasti mengajak saya untuk menemaninya. Dari situlah saya sedikit demi sedikit saya belajar mengenai beternak yang baik.

Pelan-pelan saya meniti jalan dalam bisnis. Saat mulai ada celah untuk meningkatkan keuntungan, saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Karena memiliki sahabat dari jurusan peternakan, kesempatan untuk bertanya dan berkonsultasi tidak saya sia-siakan. Hingga keuntungan bisnis saya mulai terasa hasilnya. Namun, keadaan mulai berubah. Ketika bisnis ternak diterpa adanya berbagai kendala. Seperti kemarin adanya flu burung, BBM yang semakin naik, biaya pakan yang ikut melambung.

Untuk semua kendala itu bisa saya atasi. Tapi ada satu hambatan yang membuat saya aneh. Yaitu ternak saya yang sering sakit-sakitan, padahal saya sudah melakukan berbagai upaya pencegahan virus dan bakteri melalui vaksin ternak. Sahabat saya pun bilang kalau tidak ada masalah dengan lingkungan, pakan, ataupun yang lainnya.

Saya tahu dan sadar, ada sesuatu yang tidak beres yang sengaja �mengerjai� usaha saya. Saya pun berusaha mendapatkan solusi dengan berkonsultasi dengan Gus Salam. Beliau banyak memberi saran bagi saya untuk banyak mendekatkan diri kepada Allah. Beliau juga memberi sabuk bertuah sebagai solusi usaha saya. Dalam beberapa waktu, semua kendala saya bisa teratasi dengan baik. Jalan saya menjadi peternak yang sukses makin terbuka lebih lebar lagi.

 

Amin Solihin, 29 tahun, Tegal

 

150 total views, 1 views today